Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

TNI AD Ubah Syarat Minimal Tinggi Badan Calon Prajurit Jadi 158 Cm

| 02 Oktober WIB | 0 Views

 

Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita


ACEHPUBLIK -  Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengubah syarat usia maksimal menjadi 24 tahun dari 22 tahun serta tinggi badan minimal menjadi 158 cm dari 163 cm bagi calon prajurit Bintara dan Tamtama. Saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/10/2025), Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengungkapkan persyaratan baru tersebut seiring dengan kebutuhan pasukan yang lebih banyak pada TNI AD.

 

Tandyo menyebutkan perubahan persyaratan itu dilakukan utamanya pada TNI AD lantaran saat ini Angkatan Darat cenderung lebih banyak dibangun, khususnya terkait Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP). Adapun BTP merupakan satuan infanteri baru yang dibentuk oleh TNI AD untuk mendukung pembangunan nasional, terutama dalam program ketahanan pangan, di samping menjaga pertahanan negara.

 

BTP akan ditempatkan di setiap kabupaten/kota, memiliki lahan seluas 30 hektar, dan dilengkapi prajurit yang memiliki kemampuan tempur serta keterampilan di bidang pertanian, perikanan, konstruksi, dan kesehatan. Tandyo menuturkan Indonesia menganut Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), yang membutuhkan banyak pasukan apabila terdapat potensi perang.

 

Indonesia, kata dia, belajar dari perang Ukraina dengan Rusia, yang cenderung merekrut tentara bayaran, sehingga terlihat tidak siap dengan adanya ancaman.

 

"Jadi kami harus mempersiapkan karena ancaman bisa datang setiap saat. Meski sekarang kan enggak, tapi kita harus siap," tuturnya.

 

TNI AD kembali membuka rekrutmen Bintara Gelombang II dan Tamtama Gelombang 3 pada tahun 2025. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi TNI AD mulai 11 September 2025 dan validasi pada 15 September 2025. Penutupan validasi atau daftar ulang akan disampaikan melalui laman maupun media sosial resmi TNI AD.

 

 

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa proses rekrutmen prajurit TNI AD saat ini semakin transparan dan terbuka untuk semua kalangan. Maruli juga memastikan proses rekrutmen tanpa dipungut biaya.

 

“Kadang orang berpikir kalau mau masuk TNI harus kenal orang dalam atau keluar biaya, padahal sekarang siapa pun bisa daftar tanpa harus mengeluarkan biaya,” kata Maruli saat ditemui di sela "TNI Fair 2025" di Silang Timur Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu (20/9/2025).

 

Maruli menambahkan, TNI AD terus berupaya meningkatkan kualitas seleksi calon prajurit, termasuk dengan menyiapkan kanal pengaduan melalui telepon atau aplikasi pesan singkat untuk menerima laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran.

 

“Kalau ada yang bisa melaporkan ke kami justru lebih baik, agar seleksi bisa semakin transparan,” ujarnya.

 

×
Berita Terbaru Update