ACEHPUBLIK - Kodim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya) menerima bantuan satu unit kendaraan dinas ambulance dari Pangdam Iskandar Muda Majen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, Rabu (15/4/2026).
Diketahui, bantuan mobil ambulance tersebut merupakan wujud
perhatian pimpinan TNI dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi prajurit beserta
keluarga besar TNI dan masyarakat di wilayah teritorial.
Penyerahan ambulance dilakukan oleh Kepala Kesehatan Kodam
Iskandar Muda (Kakesdam IM), Kolonel CKM dr. Antonius Suwandaru, M.M.R.S,
kepada Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P, melalui Kepala
FKTP Polkes IM 10.02 Abdya, Peltu M. Suib.
Kegiatan berlangsung di Poskes Kodim Abdya, Desa Pasar,
Kecamatan Blangpidie, dan turut disaksikan oleh jajaran perwira staf Kodim
Abdya, di antaranya Perwira Seksi Logistik Kapten Inf Edi Mailiswar, Pasiter Kapten
Inf Faryanda, Pasiintel Letda Inf Novri, Pasipers Letda Inf Feri Irawan,
perwakilan Denkesyah Meulaboh, serta Bati Poskes Dim Abdya Peltu Iskandar.
Dalam sambutannya, Kakesdam IM menyampaikan bahwa bantuan
kendaraan ambulance ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan
dukungan kesehatan bagi prajurit serta keluarga besar Kodim 0110/Abdya.
Selain itu, kendaraan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan
untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah kerja FKTP Polkes IM 10.02
Abdya, termasuk mendukung kebutuhan kesehatan satuan Yon TP 958/RM.
“Dengan adanya tambahan satu unit ambulance ini, diharapkan
pelayanan kesehatan, khususnya dalam evakuasi pasien bersifat darurat ke
fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, dapat berjalan lebih optimal,” ujar
Kakesdam.
Ia menegaskan bahwa penyerahan ambulance ini merupakan
bentuk komitmen dan perhatian pimpinan Kodam IM dalam meningkatkan pelayanan
kesehatan bagi personel, keluarga prajurit, serta mendukung satuan baru di
wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya.
Dengan adanya armada baru ini, diharapkan kesiapan layanan
kesehatan di lingkungan Kodim 0110/Abdya semakin maksimal dalam memberikan
pelayanan terbaik kepada prajurit maupun masyarakat di wilayah binaan.**
