Kunjungan ini dipimpin Ketua Tim Wasev TMMD ke-128, Kolonel
Inf Jon Heriko, S.E., M.M., bersama Pabandya Puanter Kodam Iskandar Muda Letkol
Inf Iskandar, serta anggota tim lainnya. Rombongan turut disambut Wakil Bupati
Abdya Zaman Akli S.Sos., Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al-Amin,
S.I.P., Kepala Dinas PU Rahwadi Ar, ST., serta unsur Forkopimda dan Muspika
setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abdya Zaman Akli menyatakan
kunjungan Tim Wasev menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah
daerah, TNI, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta menjaga
stabilitas wilayah.
Ia menegaskan, potensi daerah di sektor pertanian,
perikanan, dan pariwisata terus dikembangkan dengan prinsip berkelanjutan guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, peran TNI melalui program
TMMD sangat dirasakan manfaatnya, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan
kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan TNI
semakin solid, sehingga pembangunan di Aceh Barat Daya dapat berjalan lebih
cepat dan merata,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Wasev Kolonel Inf Jon Heriko
menyampaikan kehadirannya bertujuan untuk meninjau langsung pelaksanaan TMMD
ke-128 serta memastikan program berjalan optimal.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI dan
pemerintah daerah dalam menyukseskan program pembangunan. TMMD, kata dia,
memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari pembangunan jalan, rehab
rumah tidak layak huni (RTLH), hingga penyediaan fasilitas air bersih dan
sanitasi.
“Kami berharap hubungan baik antara TNI dan masyarakat terus
terjaga, serta program TMMD dapat terus berlanjut dengan dukungan semua pihak,”
katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Rana
Mega Al-Amin memaparkan pelaksanaan TMMD ke-128 yang berlangsung selama 30
hari, sejak 22 April hingga 21 Mei 2026, berlokasi di Desa Gunung Cut,
Kecamatan Tangan-Tangan.
Program ini mencakup pembangunan fisik berupa pembukaan
badan jalan sepanjang 2.500 meter dengan lebar 8 meter. Selain itu, terdapat
berbagai sasaran nonfisik seperti ketahanan pangan seluas 1 hektare,
pembangunan lima titik air bersih, rehab lima unit RTLH, pembangunan lima unit
MCK, hingga layanan sosial seperti pengobatan gratis, donor darah, penyuluhan
kesehatan dan stunting serta berbagai penyuluhan lainnya yang bersifat sosial,
lingkungan dan ekonomi kemasyarakatan.
Tim Wasev bersama rombongan kemudian meninjau langsung
sejumlah lokasi kegiatan, mulai dari penyuluhan kesehatan dan penanganan
stunting, pembangunan sumur bor, posko TMMD, hingga sasaran utama pembangunan
jalan di kawasan pegunungan Desa Gunung Cut.
Peninjauan juga mencakup lokasi ketahanan pangan,
pembangunan RTLH, serta fasilitas MCK dan penyediaan air bersih bagi masyarakat
setempat.
Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan berlangsung aman dan
lancar hingga selesai pada siang hari.
Kunjungan Tim Wasev ini menjadi bagian dari upaya pengawasan
untuk mengukur capaian kinerja Satgas TMMD sekaligus memberikan arahan agar
pelaksanaan program berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Program TMMD sendiri merupakan bentuk sinergi antara TNI dan
pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus
memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.**
.jpeg)