Aceh Timur – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan terus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan. Personel Koramil 11/Birem Bayeun, Kodim 0104/Aceh Timur, terus melanjutkan pekerjaan pembangunan Jembatan Beton penghubung Desa Alue Canang dan Desa Bukit Tiga, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (24/06/2026).
Jembatan yang dibangun memiliki panjang 10 meter dan lebar 3 meter, melintasi sungai dengan lebar sekitar 7 meter. Kehadiran jembatan ini nantinya akan menjadi akses vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat kedua desa, sekaligus memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Pada pelaksanaan pekerjaan hari ini, personel yang terlibat fokus melaksanakan perakitan struktur besi tulangan beton sebagai bagian penting dari konstruksi jembatan. Tahapan ini menjadi fondasi utama untuk memastikan kekuatan dan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 10 persen. Meski masih berada pada tahap awal, semangat dan kerja keras personel TNI bersama masyarakat terus ditunjukkan demi mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh warga.
Pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa TNI AD tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan, TNI turut membantu membuka akses yang lebih baik bagi warga desa untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.
Masyarakat setempat menyambut positif pembangunan tersebut karena selama ini akses penghubung antar desa menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Dengan adanya jembatan beton yang lebih kokoh dan permanen, diharapkan mobilitas warga akan semakin aman, cepat, dan efisien.
Pembangunan ini bukan sekadar membangun jembatan, tetapi juga membangun harapan, memperkuat konektivitas, dan membuka peluang kemajuan bagi masyarakat pedesaan di Aceh Timur.

