Aceh Timur - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama unsur Forkopimda menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Lapangan Apel Komplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Jalan Medan-Banda Aceh, Desa Titi Baro, Kecamatan Idi Rayeuk, pada Selasa (2/6/2026) pagi.
Merujuk pada tema nasional tahun ini, "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia," upacara ini menjadi momentum krusial bagi seluruh elemen daerah untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur Pancasila di tengah dinamisnya perkembangan zaman.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Kodim (Dandim) 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Novi Widyanto, S.E., memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti oleh sekitar 300 peserta. Hadir dalam barisan kehormatan di antaranya Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H., Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K., Ketua Pengadilan Negeri Idi Dikdik Haryadi, S.H., M.H., serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri, Yonif 853/BRB, Pos Lanal Idi Rayeuk, jajaran Asisten Setdakab, Kepala OPD, hingga para Camat se-Kabupaten Aceh Timur. Adapun peserta upacara terdiri dari gabungan personel TNI-Polri, Satpol-PP/WH, petugas Damkar, serta perwakilan pelajar SMA di wilayah tersebut.
Dalam upacara tersebut, Dandim 0104/Atim membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan "bintang penuntun" dan "jangkar moral" bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga ketidakpastian geopolitik.
"Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif," ujar Letkol Inf Novi Widyanto saat membacakan amanat Kepala BPIP.
Lebih lanjut, Kepala BPIP melalui Dandim mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Kebijakan publik yang dilahirkan oleh para kepala daerah juga dititipkan agar selalu berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, dan konsisten melawan segala bentuk intoleransi serta radikalisme.
Secara terpisah, penyelenggaraan upacara ini dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi untuk memperkuat wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan rasa gotong royong di tengah masyarakat Aceh Timur yang majemuk. Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, Pancasila dinilai kokoh menjadi pemersatu benteng pertahanan moral masyarakat.
.jpeg)


.jpeg)
