ACEHPUBLIK - Prajurit Kodim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya) bersama
masyarakat terus menggenjot pembangunan fasilitas sumur bor di sejumlah desa.
Memasuki tahapan terbaru, personel TNI dan warga melanjutkan
pekerjaan pengecoran pondasi menara (tower) serta pembangunan tempat wudhu.
Kegiatan gotong royong yang berlangsung di Desa Seunaloh,
Kecamatan Blangpidie, pada hari ini, Selasa (21/7/2026) menjadi bagian dari
upaya percepatan penyelesaian pembangunan sarana air bersih yang ditujukan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega
Al-Amin, S.I.P., melalui Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kapten Inf Faryanda
mengatakan, pembangunan sumur bor dilakukan secara bertahap dengan melibatkan
personel TNI dan masyarakat agar proses pengerjaan dapat selesai sesuai target.
"Semangat gotong royong antara prajurit dan masyarakat
terus kami pelihara dalam setiap tahapan pembangunan sumur bor. Saat ini
pekerjaan difokuskan pada pengecoran pondasi tower serta pembangunan tempat
wudhu sebagai fasilitas pendukung. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar
sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat," ujar Kapten
Inf Faryanda dalam keterangannya kepada media ini.
Ia menjelaskan, program pembangunan sumur bor tersebut
tersebar di lima titik di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya.
Dua titik berada di Kecamatan Blangpidie, yakni Desa
Seunaloh dan Desa Lung Tarok. Sementara tiga titik lainnya berada di Kecamatan
Tangan-Tangan, masing-masing di Desa Ie Lhop, Desa Drien Jalok, dan Desa Padang
Bak Jok.
Menurut Faryanda, kehadiran fasilitas sumur bor diharapkan
dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus mendukung
kebutuhan ibadah melalui tersedianya tempat wudhu yang layak.
"Kami mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang
terus bergotong royong bersama prajurit di lapangan. Sinergi ini menjadi
kekuatan utama agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan
manfaat jangka panjang bagi warga," katanya.
Kodim 0110/Abdya menargetkan seluruh tahapan pembangunan di
lima lokasi tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga fasilitas air
bersih dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat di masing-masing desa.**
