ACEHPUBLIK - Babinsa Koramil 07/Babahrot Kodim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya) Sertu Darmanto mengecek kondisi kilang padi di Desa Simpang Gading, Kecamatan Babahrot, Senin (12/10/2026).
Dalam pengecekan tersebut, Sertu Darmanto mendapati kilang padi permanen yang masih beroperasi menghadapi kendala minimnya pasokan bahan baku berupa gabah. Kondisi ini berdampak terhadap aktivitas produksi dan keberlangsungan usaha penggilingan padi konvensional di wilayah tersebut.
Minimnya pasokan gabah diduga berkaitan dengan semakin banyaknya mesin penggiling padi keliling atau *mobile* yang menawarkan layanan langsung ke rumah warga.
Kemudahan tersebut membuat sebagian masyarakat lebih memilih menggunakan jasa mesin giling keliling dibandingkan membawa gabah mereka ke kilang padi permanen.
Akibatnya, kilang padi konvensional yang mengandalkan bangunan dan fasilitas penggilingan tetap menghadapi penurunan aktivitas produksi. Bahkan, usaha tersebut terancam berhenti beroperasi apabila pasokan gabah terus berkurang.
Sertu Darmanto mengatakan, pengecekan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi usaha penggilingan padi di wilayah binaannya, termasuk kendala yang dihadapi para pelaku usaha.
“Dari hasil pemantauan, kami mendapati pasokan gabah untuk kilang padi permanen masih minim. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ini adalah semakin banyaknya mesin giling padi keliling yang memberikan kemudahan kepada masyarakat karena dapat melayani penggilingan langsung di rumah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha kilang padi konvensional yang mengandalkan pasokan gabah dari petani maupun masyarakat sekitar.
“Kami berharap para pelaku usaha tetap dapat bertahan dan mencari solusi agar kegiatan penggilingan padi tetap berjalan. Kami juga akan terus memantau perkembangan kondisi usaha masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pengolahan hasil panen,” tambahnya.
Ia menjelaskan, kegiatan pemantauan tersebut merupakan bagian dari komunikasi sosial (Komsos) Babinsa untuk mengetahui perkembangan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di desa binaan.
Melalui kegiatan ini, Babinsa berupaya mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi warga, terutama pelaku usaha yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian.
Keberadaan kilang padi permanen maupun mesin penggiling keliling sama-sama memberikan layanan pengolahan hasil panen bagi masyarakat. Namun, perubahan pola layanan tersebut turut memengaruhi persaingan usaha dan ketersediaan bahan baku bagi kilang padi konvensional.
Sertu Darmanto menegaskan, Babinsa akan terus menjalin komunikasi dengan masyarakat guna mengetahui berbagai persoalan yang berkembang di wilayah binaan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian TNI terhadap kondisi perekonomian warga serta upaya mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat di Kecamatan Babahrot.**
