Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

DINAMIKA DAN TRANSFORMASI DESA LALANG: DARI TRANSISI SOSIAL-EKONOMI HINGGA UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN

| 08 Oktober WIB | 0 Views




Medan, 08 Oktober 2026 – Desa Lalang yang terletak di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, kini menunjukkan dinamika perubahan yang pesat seiring dengan pertumbuhan kawasan perkotaan di sekitarnya. Berbatasan langsung dengan Kota Medan, desa yang memiliki luas wilayah sekitar 150 hektar dan populasi mencapai 11.782 jiwa pada akhir tahun 2025 ini berada dalam fase transisi akibat pesatnya aktivitas permukiman dan ekonomi. Berdasarkan hasil pra-observasi dan analisis wilayah, Desa Lalang secara teoretis tergolong sebagai Desa Swakarya yang sedang bergerak menuju Desa Swasembada. Ciri Desa Swakarya terlihat dari pola kehidupan masyarakat yang mulai terbuka terhadap pengaruh luar, berkembangnya diversifikasi mata pencaharian di luar sektor tradisional seperti perdagangan dan jasa, serta kesadaran pendidikan yang semakin membaik. Sementara itu, indikasi transisi menuju Desa Swasembada ditunjukkan oleh tingginya mobilitas penduduk, kemandirian warga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serta interaksi ekonomi yang sangat erat dan terintegrasi dengan pusat perkotaan Kota Medan.


Dalam kegiatan observasi dan wawancara mendalam yang dilaksanakan pada Jumat, 09 September 2026, tim peneliti menggali informasi secara langsung dari berbagai pihak kunci pemerintahan desa serta warga setempat. Pada sesi wawancara tersebut, pihak pemerintah desa menegaskan pentingnya respons terhadap perubahan zaman demi kesejahteraan warga. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa Lalang, Indrayani Nst, S.H., pada Jumat, 09 September 2026, "Perkembangan desa saat ini membutuhkan pengelolaan pemerintahan yang mampu menyesuaikan dengan perubahan kondisi masyarakat, agar pelayanan publik dan pembangunan tetap selaras dengan kebutuhan warga."   


Perkembangan wilayah membawa dampak ganda bagi kehidupan masyarakat Desa Lalang. Di satu sisi, kesempatan kerja dan usaha yang semakin luas mendorong kemandirian ekonomi warga. Namun di sisi lain, tingginya kesibukan dalam aktivitas pekerjaan berimplikasi pada menurunnya tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial gotong royong. Selain itu, permasalahan lingkungan berupa banjir berulang dalam dua tahun terakhir akibat kondisi aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi menjadi tantangan utama yang memengaruhi mobilitas dan kehidupan harian warga. Untuk menanggulangi berbagai permasalahan tersebut, Pemerintah Desa Lalang telah mengulirkan beberapa program strategis, seperti program unggulan pendidikan "Satu Desa Satu Sarjana", perbaikan infrastruktur jalan desa, penyaluran bantuan sembako, hingga dukungan terhadap kegiatan pengajian warga.


Sebagai bentuk kontribusi pemikiran, kelompok peneliti memberikan beberapa penyaranan strategis bagi kemajuan Desa Lalang. Pertama, diperlukan penanganan lingkungan secara kolaboratif melalui koordinasi berkelanjutan antara Pemerintah Desa, Pemerintah Daerah (Deli Serdang dan Medan), serta masyarakat dalam pembenahan drainase dan normalisasi sungai guna mengatasi ancaman banjir. Kedua, pemerintah desa perlu mengemas kembali kegiatan gotong royong dan kemasyarakatan dengan pola komunikasi yang lebih adaptif agar warga yang memiliki kesibukan kerja tetap dapat berpartisipasi menjaga kebersamaan. Ketiga, keterjangkauan program peningkatan SDM seperti "Satu Desa Satu Sarjana" Program peningkatan pendidikan tersebut menjadi salah satu bentuk investasi sosial bagi masa depan Desa Lalang. Pembangunan sumber daya manusia dianggap penting karena kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas. Dengan masyarakat yang memiliki kapasitas lebih baik, desa memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara mandiri dan pelatihan pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal perlu terus diperluas agar dampaknya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.


Seluruh rangkaian kajian dan penyusunan artikel berita ini dilakukan oleh kelompok Mahasiswa Program Studi S1 Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, di bawah bimbingan Dosen Pengampu Dra. Berlianti, M.Sp., yang beranggotakan Felicia Manalu, Zefanya Silitonga, Nur Hanisa, Angelia Febrianne, Jihan Batubara, Hana Naura, dan Khara Capah.

×
Berita Terbaru Update