Imbauan tersebut disampaikan secara humanis saat dialog
santai dengan warga di Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Rabu (31/12/2025).
Menurut Pelda Hanif, praktik pembalakan liar bukan hanya
merusak ekosistem, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan
masyarakat.
“Pembalakan liar dapat merusak lingkungan, memicu banjir dan
tanah longsor seperti yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera saat
ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kelestarian hutan merupakan tanggung jawab
bersama karena hutan memiliki peran penting sebagai penyangga kehidupan.
Selain soal penebangan liar, Pelda Hanif juga mengingatkan
warga untuk tidak melakukan perburuan satwa yang dilindungi.
“Jangan melakukan perburuan liar terhadap satwa dilindungi
seperti harimau, beruang, rusa dan hewan lainnya. Mari kita jaga bersama,”
katanya.
Ia berharap, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga
hutan tetap terjaga dan bencana dapat diminimalisir.
Pelda Hanif juga menyampaikan bahwa TNI melalui Babinsa akan
terus melakukan pendekatan persuasif kepada warga untuk mendorong pelestarian
lingkungan sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga kawasan hutan
dari kerusakan.**
