ACEHPUBLIK - Kodim 0110/Abdya menggelar Video Conference (Vidcon) Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026, di ruang Yudha Makodim Abdya, Desa Keude Paya Kecamatan Blangpidie, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0110/Abdya
Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P., serta dihadiri unsur Forkopimda dan
pejabat daerah terkait diantaranya mewakili Bupati Abdya, Plt Kepala Dinas PUPR
Rahwadi Ar, S.T., perwakilan DPRK Abdya Dedi Saputra, Plt Kepala Bappeda Sufrinaldi,
SH, Kepala Baitul Mal Tgk Syamsul Qamar, serta para Danramil dan jajaran Kodim
0110/Abdya.
Rakornis TMMD ke-128 ini terhubung langsung video conference
dengan seluruh Kabupaten/Kota pelaksana TMMD dipimpin langsung Waaster Kasad
bidang Ren dan Puanter Brigjen TNI Jamaluddin, S.I.P, M.I.P.
Diketahui, Rakornis TMMD ke-128 ini menekankan pentingnya
sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat
pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan, tertinggal, dan terisolasi.
Program TMMD tahun ini difokuskan pada kegiatan fisik
seperti pembangunan jalan, jembatan, perbaikan fasilitas umum, serta rumah
tidak layak huni (RTLH).
Selain itu, terdapat pula kegiatan nonfisik berupa
penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan
sektor UMKM.
Perwakilan Kementerian PUPR dalam sambutannya menyampaikan
bahwa kolaborasi antara TNI dan pemerintah merupakan langkah strategis dalam
meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan
desa, dinilai mampu membuka akses ekonomi baru serta mendorong pemerataan
pembangunan di daerah.
“Program ini bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi
juga menghadirkan negara di tengah masyarakat serta mendorong keadilan sosial,”
ujar perwakilan Kementerian PUPR.
Secara umum, program TMMD dinilai efektif dalam mempercepat
pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempererat
hubungan antara TNI dan rakyat.
Diharapkan, melalui pelaksanaan TMMD ke-128 ini, berbagai
kendala infrastruktur di pedesaan, khususnya akses jalan pertanian, dapat
segera teratasi sehingga berdampak pada peningkatan hasil produksi masyarakat.**
